Pernah merasa energi kamu tiba-tiba berat, badan gerah, kepala panas, atau jadi super sensitif sama suara, cuaca, dan cahaya? Itu bukan “kebetulan”. Sering kali, tubuh memberi kode lebih cepat daripada pikiran sadar kita.
Tubuh berkata: “Berhenti sebentar. Cek dirimu.”
Kenapa Energi Hari Ini Bisa Terasa Berat?
Ada banyak hal yang bisa mempengaruhi:
• Perubahan atau shifting energi kolektif
• Pergeseran energi bumi & langit
• Fase bulan yang bikin tubuh lebih sensitif
• Sistem saraf yang lagi aktif atau overwork
• Kita sedang masuk fase transisi hidup → tubuh memproses lebih banyak energi
Tubuh selalu jujur. Bahkan dari sudut pandang ilmu, sistem saraf, hormon, hingga ritme sirkadian semuanya bereaksi saat lingkungan berubah. Tubuh memang adaptif.
Tapi… untuk orang yang peka, sinyal tubuh bisa jadi lebih dari reaksi biologis. Kadang, itu bentuk komunikasi dari jiwa—atau semesta—yang mengajak kita melambat dan mendengarkan.
Cara Membaca Sinyal Tubuh (versi Lavi)
1. Diam dulu
Lavi biasanya diam ±10–15 menit.
Posisi bebas, yang penting tubuh tenang. Tidak perlu memaksakan fokus—biarkan napas berjalan seperti biasa.
Tujuannya: ketika tubuh diam, pesan yang tadinya ‘ramai’ jadi lebih mudah terdengar.
2. Arahkan perhatian ke titik utama tubuh
Setiap orang punya titik paling sensitif.
Titik Lavi biasanya:
• Ubun-ubun (crown)
• Dahi (third eye)
• Area napas
• Jantung
• Rahim
• Belakang tubuh (tulang punggung – tailbone)
• Telapak kaki (grounding point)
Fokus di area yang paling “bersuara”.
3. Tanyakan ke diri sendiri
“Ini peringatan atau kebutuhan?”
Kalau peringatan → tubuh tegang, gelisah, atau ingin “lari”.
Kalau kebutuhan → tubuh mengarahkan ke sesuatu yang jelas (misal: haus, perlu diam, ingin tidur, ingin keluar rumah sebentar).
Ini juga cara cepat menenangkan panik atau menguatkan intuisi.
4. Mengenali Rasa-Rasa Tubuh
Lavi membagi sensasi tubuh menjadi 3 kategori besar:
a. Rasa panas
Tanda energi naik atau input berlebihan.
Respon: turunkan napas, minum air, kurangi stimulasi.
b. Rasa dingin
Tubuh butuh rasa aman.
Respon: selimutan, pegang dada, tarik napas dalam, pelankan tempo.
c. Rasa kencang / nyut-nyutan
Tubuh sedang shifting.
Respon: diam, biarkan lewat, jangan dilawan.
d. Grounding Mikro
Grounding yang dilakukan cepat dan sederhana.
Caranya bebas—yang penting membawa tubuh kembali ke sini dan sekarang.
Titik Utama Tubuh & Artinya
1. Ubun-ubun
Paling peka terhadap energi dari “atas”.
Kalau panas/berat → ada “akses info” yang terbuka.
Kalau dingin/kosong → tubuh butuh tenang.
Ini area frekuensi tinggi.
2. Dahi (Third Eye)
Gerbang pikiran & inner sight.
Tegang → pikiran penuh atau menahan sesuatu.
Berdenyut → intuisi aktif.
Sering muncul saat logika dan intuisi “berdiskusi”.
3. Area Pernapasan
Indikator emosi yang paling cepat memberi kode.
• Napas pendek → tubuh siaga
• Napas berat → emosi menumpuk
• Napas stabil → tubuh tenang
4. Jantung
Jantung adalah pusat rasa—tempat koneksi antara jiwa, emosi, dan intuisi bertemu.
• Panas / berdebar → ada sesuatu yang ingin muncul ke permukaan. Entah pesan dari jiwa, perasaan yang belum diakui, atau sesuatu yang ingin disampaikan oleh dalam diri.
• Dingin / tertarik ke dalam → tubuh sedang menutup diri sementara, butuh perlindungan dan ruang aman.
Di titik ini, biasanya kita bisa “membaca” hal-hal yang berkaitan dengan jiwa, emosi, luka lama, arah hidup, dan kebutuhan terdalam diri
Tubuh selalu berbicara. Ia memberi tanda bahkan sebelum kita sadar ada yang berubah di dalam atau di sekitar kita.
Dengan melambat sebentar, kita bisa memahami pesan-pesan kecil yang justru membantu kita kembali pulang ke diri sendiri