Setiap tahun, sekitar bulan April, akan ada yang disebut Pink Full Moon.
Namanya terdengar seperti fenomena langit yang langka, padahal sebenarnya bulan tidak benar-benar berwarna pink.
Nama ini berasal dari bunga liar bernama phlox yang mekar di awal musim semi di beberapa bagian dunia. Karena kemunculan bunga pink ini bertepatan dengan full moon di bulan April, maka full moon ini disebut sebagai Pink Moon.
Jadi ini bukan tentang warna bulannya.
Ini tentang fase mekar.
Dan menariknya, hampir semua full moon memang selalu berhubungan dengan:
puncak emosi
puncak energi
puncak kesadaran
sesuatu yang akhirnya terlihat jelas
Full moon selalu seperti lampu yang dinyalakan di ruangan yang sebelumnya redup.
Dan Pink Moon punya tema yang sedikit berbeda.
Bukan tentang selesai.
Bukan tentang akhir.
Tapi tentang mulai mekar.
Banyak orang mengira mekar itu indah.
Padahal sebelum bunga mekar, ada fase yang jarang dibicarakan.
Fase sempit.
Fase tertekan.
Fase bingung.
Fase merasa hidup berubah tapi tidak tahu berubah ke mana.
Karena saat bunga mekar, bentuknya berubah.
Dan setiap perubahan bentuk, selalu didahului oleh tekanan dari dalam.
Kalau belakangan ini kamu merasa:
lebih sensitif dari biasanya
lebih capek secara emosional
banyak memikirkan hidup
mempertanyakan arah hidup
memikirkan relasi
ingin menjauh sebentar dari banyak orang
atau tiba-tiba ingin merapikan hidup
Itu energi yang sangat “Pink Moon”.
Bukan karena bulan membuat hidupmu berubah.
Tapi karena ada fase dalam hidup yang memang sedang berubah, dan full moon hanya seperti lampu yang menyorotinya.
Di Ruang Lavie, kita sering bicara tentang jiwa sensitif.
Dan jiwa sensitif biasanya sangat terasa saat mendekati full moon, terutama Pink Moon.
Karena Pink Moon bukan energi yang keras seperti beberapa full moon lain.
Energinya lebih seperti ini:
“Kamu tidak harus jadi orang baru.
Kamu hanya harus jadi dirimu yang sebenarnya.”
Pink Moon biasanya tidak membawa energi menghancurkan.
Tapi membawa energi menyadarkan.
Menyadarkan bahwa:
kamu capek pura-pura kuat
kamu capek ada di relasi yang tidak sehat
kamu capek menjalani hidup yang bukan kamu
kamu capek menunda hidupmu sendiri
Dan kesadaran itu kadang tidak datang sebagai kebahagiaan.
Kadang datang sebagai:
sedih
bingung
diam
menarik diri
atau tiba-tiba ingin menangis tanpa alasan jelas
Dan itu tidak apa-apa.
Karena mekar tidak selalu berbentuk bahagia.
Kadang mekar berbentuk jujur pada diri sendiri.
Tidak perlu ritual yang rumit.
Di Ruang Lavie, kita selalu kembali ke hal sederhana: sadar & refleksi.
Beberapa hal yang bisa kamu lakukan menjelang 1 April:
1. Rapikan hal kecil di hidupmu
Kamar, meja kerja, file di laptop, isi tas, isi hp.
Energi “mekar” selalu dimulai dari merapikan ruang.
2. Tulis ini di jurnal:
Apa yang sebenarnya sudah tidak cocok dengan hidupku, tapi masih aku pertahankan?
Bagian mana dari diriku yang selama ini aku sembunyikan?
Kalau aku tidak takut, aku sebenarnya ingin hidup seperti apa?
3. Kurangi interaksi yang terlalu ramai
Full moon membuat emosi lebih terbuka.
Jiwa sensitif biasanya lebih cepat lelah di fase ini.
4. Duduk diam 10 menit sebelum tidur
Tidak perlu meditasi yang rumit.
Cukup duduk, tarik nafas, dan tanya ke diri sendiri:
“Aku sebenarnya lagi ada di fase apa dalam hidupku sekarang?”
Kadang jawabannya sudah ada.
Kita saja yang belum mau mendengar.
Ini yang paling penting untuk dipahami.
Bukan bulan yang mengubah hidupmu.
Bukan langit yang membuat kamu sedih atau bingung.
Tapi ada fase dalam hidupmu yang memang sedang berubah.
Dan Pink Full Moon itu seperti lampu yang menyoroti bagian hidup yang selama ini kamu abaikan.
Jadi kalau di fase ini kamu merasa lebih:
sensitif
emosional
banyak berpikir
ingin menyendiri
ingin merapikan hidup
ingin memulai sesuatu yang baru tapi masih takut
Mungkin bukan hidupmu yang berantakan.
Mungkin hidupmu sedang mekar.
Dan tidak semua bunga mekar dengan suara keras.
Ada bunga yang mekar diam-diam.
Tapi mengubah seluruh taman.
Ruang Lavie
Ruang untuk kembali mengenal dirimu sendiri.